Jumat, 20 Februari 2015

Renungan terhadap diri Supaya kita sadar




Siapakah orang yang sibuk........?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu Sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah ........ dan bersegeralah !!!

Siapakah orang yang manis senyumnya.........?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berucap “Innalillahi wainna illaihi rajiuun”
Kemudian berkata “Ya Rabb..., aku Ridho dengan ketentuan-Mu ini”, sambil mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar.............

Siapakah orang yang Kaya..........?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah.............

Siapakah orang yang miskin...........?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.
Maka janganlah kamu menjadi kikir juga dengki...........

Siapakah orang yang rugi............?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah................

Siapakah orang yang paling cantik.............?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda............

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas...........?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu............

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit.............?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia............

Siapakah orang yang mempunyai akal.............?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya.............

                                                                                                           

Dahsyat nya ketika Ajal Telah Tiba




"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa
berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada
kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai
menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita
berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang
telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka
terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam
dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha
Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik
benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh
kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau
mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari
sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah".
Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak
memahami pembicaraan sedikit pun?
(QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata,
lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
(QS
al-Jumu'ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari
Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada
dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti)
apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat
mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau
dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW: "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan
tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW: "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon
penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon
duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang
tersobek ?" (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua
bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".

Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga
bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan
dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap
akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil
yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia
menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa
mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara
tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah
satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian
kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian,
namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang
dariku."

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap
orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan
waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian
seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi)
Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara
sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan
(walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh
salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam
tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau
kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan
bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar
siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis
shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan
Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa
orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul
Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau
busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan
pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan
api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah
sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul
Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima
ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih
dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak
tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan
dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja
yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan
memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita
melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa
tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat
memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di
hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena
kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan
(karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS
Al-An'am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
(sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan
pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam,
kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang
menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan
berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang
membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan
membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar
ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik !
" Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua
malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang
dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya
Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang
akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya
dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka".

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah
engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa
Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan
wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah
diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan)
kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat
(pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu)
surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya
sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka
kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang
bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh
para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum,
masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu
kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga
yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya,
"Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak,
bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".

Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada
dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk
umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika
sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan
Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. Amiin.

(Dikumpulkan dari berbagai sumber)

Hak cipta adalah milik Allah semata.
Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaskan kata-kata
kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Rabu, 18 Februari 2015

5 Kunci pengokoh jiwa dan penenang bathin dalam menjalani persoalan hidup



5 KUNCI PENGOKOH JIWA PENENANG BATHIN
DALAM MENGARUNGI PERSOALAN HIDUP

 

1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI

a.     Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia
tanpa gunna
b.     Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku
c.      Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri
d.     Pengetahuan tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas
sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya
e.      Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku

2.   AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI

a.     Bila sesuatu terjadi, yaa..... inilah kenyataan dan episode hidup yang
harus kujalani
b.     Aku harus menikmatinya, dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan
berlama-lama, kecewa, dongkol, sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri, dongkol begini, tak dongkol juga tetap begini
c.      Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh
serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini
d.     Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati


3.   AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI

a.     Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih
berganti. Tak mungkin siang terus-menerus dan tak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus sangat sabar menghadapinya
b.     Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena Dia tak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya
c.      Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri, dengan pikiran buruk yang mempersulit dan menyengsarakan diri, pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional, aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah
d.     Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah. Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah
e.      Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya, begitupun persoalan yang
kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Alloh " Fainnama'al usri yusron innama'al 'usri yusron" dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Alloh SWT

4.   EVALUASI DIRI
a.     Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Alloh SWT, dan Alloh tak
mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia
b.     Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada
kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar
c.      Harus kurenungkan mengapa Alloh menakdirkan semua ini menimpaku,bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Alloh
d.     Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki
e.      Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat

5.   ALLOHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU
a.     Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya
b.     Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa hanya
Allohlah satunya-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan
c.      Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah
milik-Nya, dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya
d.     Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong
hamba-hamba-Nya, Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya
e.      Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk
mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya
f.       Ingatlah selalu janji-Nya "Barangsiapa yang bertaqwa kepada-Ku,
niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki/pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Ku, Niscaya akan Kucukupi segala kebutuhannya". ( At-Thalaq : 2-3 )

 Semoga dengan adanya 5 kunci pengokoh jiwa dan dlm menjalani persoalan hidup ini bisa kita selalu was was dan berhati hati di setiap masalah yang selalu kita lalui,,,tanpa kita sadaari maupun yg kita sadari

Macam Pintu Pahala dan Pelebur Dosa



60Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa


Macam Pintu Pahala dan Pelebur Dosa Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap


tercurah kepada Nabi Muhammad saw dan utusan yang paling mulia. Risalah ini
ditujukan kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar
meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga
Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga
kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya.
Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan beberapa amalan yang
dapat melebur dosa dan membawa pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber
dari hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup,
yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita.
Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
1.      TAUBAT
"Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah
akan mengampuninya" HR.  Muslim, No. 2703. "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan". 
2.      KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah
memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga" HR. Muslim, No.
2699. 
3.      SENANTIASA MENGINGAT ALLAH
"Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci
disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada
mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu
kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian.
Mereka berkata: "Tentu", lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta'ala
))" HR. At Turmidzi, No. 3347. 
4.      BERBUAT YANG MA'RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN "Setiap yang
ma'ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan
(akan mendapat pahala) seperti pelakunya" HR. Bukhari, Juz. X/ No.  374 dan
Muslim, No. 1005. 
5.      BERDA'WAH KEPADA ALLAH
"Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka
baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi
pahala mereka sedikitpun" HR. Muslim, No. 2674. 
6.      MENGAJAK YANG MA'RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.
"Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia
mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan
lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah
selemah-lemahnya iman" HR.  Muslim, No. 804.
7.      MEMBACA AL QUR'AN
"Bacalah Al Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat
untuk memberikan syafa'at kepada pembacanya" HR. Muslim, No. 49.
8.      MEMPELAJARI AL QUR'AN DAN MENGAJARKANNYA "Sebaik-baik kalian adalah
orang yang mempelajari Al Qur'an & mengajarkannya " HR. Bukhari, Juz. IX/No.
66.
9.      MENYEBARKAN SALAM
"Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman
(sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang
jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu)
sebarkanlah salam" HR. Muslim, No.54.
10.     MENCINTAI KARENA ALLAH "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman pada
hari kiamat:
((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku
akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain
naungan-Ku))" HR. Muslim, No. 2566. 
11.     MEMBESUK ORANG SAKIT
"Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi
hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan
apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga
pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga" HR.
Tirmidzi, No. 969.
12.     MEMBANTU MELUNASI HUTANG
"Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan
meringankan bebannya di dunia dan di akhirat" HR. Muslim, No.2699.
13.     MENUTUP AIB ORANG LAIN
"Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah
akan menutupi aibnya di hari kiamat" HR. Muslim, No. 2590.
14.     MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
"Silaturahmi itu tergantung di 'Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata:
"Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan
dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan
hubungan dengannya" HR. Bukhari, Juz. X/No.  423 dan HR. Muslim, No. 2555.
15.     BERAKHLAK YANG BAIK
"Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke
dalam surga, maka beliau menjawab: "Bertakwa kepada Allah dan berbudi
pekerti yang baik" HR. Tirmidzi, No. 2003.
16.     JUJUR
"Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada
kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga" HR. Bukhari Juz. X/No.
423 dan HR.  Muslim., No. 2607.
17.     MENAHAN MARAH
"Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada
hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya
untuk memilih bidadari yang ia sukai" HR. Tirmidzi, No. 2022.
18.     MEMBACA DO'A PENUTUP MAJLIS
"Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya
kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca do'a: (Maha Suci
Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Ilah
(Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat
kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di
majlis tersebut" HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153.
19.     SABAR "
Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka,
kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri
yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya"
HR. Bukhari, Juz. X/No. 91.
20.     BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
"Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka...!
Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau bersabda: ((Barangsiapa
yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia
kemudian ia tidak bisa masuk surga))" HR. Muslim, No. 2551.
21.     BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN "Orang yang berusaha
membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad
di jalan Allah" dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata:
((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan
seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka" HR. Bukhari, Juz. X/No.
366. 
22.     MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM "Saya dan penanggung beban hidup
anak yatim itu di surga seperti begini," seraya beliau menunjukan kedua
jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.HR. Bukhari, Juz. X/No. 365. 
23.     WUDHU'
"Barangsiapa yang berwudhu', kemudian ia memperbagus wudhu'nya maka
keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya" HR.
Muslim, No. 245.
24.     BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU'
Barangsiapa berwudhu' lalu memperbagus wudhu'nya kemudian ia mengucapkan:
(Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu
bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah
jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang bersuci)," maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia
dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki" HR. Muslim, No.
234.
25.     MENGUCAPKAN DO'A SETELAH AZAN
"Barangsiapa mengucapkan do'a ketika ia mendengar seruan azan: ((Ya Allah
pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad
wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia
dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)) maka ia
berhak mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat"HR.  Bukhari, Juz. II/No. 77.
26.     MEMBANGUN MASJID
"Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka
dibangunkan baginya yang serupa di surga" HR. Bukhari, No. 450.
27.     BERSIWAK
"Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya perintahkan mereka
untuk bersiwak pada setiap shalat" HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim,
No. 252. 
28.     BERANGKAT KE MASJID
"Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah
mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat
pada waktu pagi atau sore" HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No.
669. 
29.     SHALAT LIMA WAKTU
"Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus
wudhu'nya, kekhusyu'annya dan ruku'nya kecuali hal itu menjadi pelebur
dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa
besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa" HR. Muslim, No. 228. 
30.     SHALAT SUBUH DAN ASHAR
"Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia
masuk surga" HR. Bukhari, Juz. II/No. 43.
31.     SHALAT JUM'AT
"Barangsiapa berwudhu' lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat
Jum'at, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi
antara Jum'at pada hari itu dengan Jum'at yang lain dan ditambah lagi tiga
hari" HR. Muslim, 857.
32.     SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM'AT "Pada hari ini
terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya
sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain
ia akan dikabulkan permohonannya"HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR.
Muslim, No. 852.
33.     MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT
RAWATIB 
"Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat
sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan
baginya rumah di surga" HR. Muslim, No. 728. 
34.     SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA "Tiada seorang hamba
yang melakukan dosa, lalu ia berwudhu' dengan sempurna kemudian berdiri
melakukan shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan Allah
mengampuninya" HR. Abu Daud, No.1521. 
35.     SHALAT MALAM "Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah
shalat malam" HR. Muslim, No. 1163.
36.     SHALAT DHUHA
"Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya
memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap
tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah,
memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar
itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2
rakaat dhuha" HR. Muslim, No. 720.
37.     SHALAWAT KEPADA NABI SAW
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya
itu sebanyak 10 kali" HR. Muslim, No. 384.
38.     PUASA
"Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah
menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun" HR. Bukhari,
Juz. VI/No. 35.
39.     PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN "Puasa 3 (tiga) hari pada
setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa" HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192
dan HR.  Muslim, No. 1159.
40.     PUASA 60 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL "Barangsiapa melakukan puasa
Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal maka
hal itu seperti puasa sepanjang masa" HR. Muslim, 1164.
41.     PUASA 'ARAFAT
"Puasa pada hari 'Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur (dosa-dosa) tahun yang
lalu dan yang akan datang" HR.  Muslim, No. 1162.
42.     PUASA 'ASYURA
"Dan dengan puasa hari 'Asyura (10 Muharram) saya berharap kepada Allah
dapat melebur dosa-dosa setahun sebelumnya" HR. Muslim,No. 1162. 
43.     MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA "Barangsiapa yang
memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala
seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya
sedikitpun" HR. Tirmidzi, No. 807.
44.     SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR
"Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan
mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu"HR. Bukhari
Juz.  IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165.
45.     SEDEKAH
"Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api" HR.
Tirmidzi, No. 2616.
46.     HAJI DAN UMRAH
"Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang
terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya
kecuali surga" HR. Muslim, No. 1349. 
47.     BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH "Tiada hari-hari,
beramal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,
yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: "Dan tidak
(pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda:
"Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa
dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun"
HR.  Bukhari, Juz. II/No. 381. 
48.     JIHAD DI JALAN ALLAH
"Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan
seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik
daripada dunia dan seisinya" HR. Bukhari, Juz. VI/No.  11. 
49.     INFAQ DI JALAN ALLAH
"Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang maka ia (termasuk) ikut
berperang, dan barangsiapa membantu mengurusi keluarga orang yang berperang,
maka iapun (juga) termasuk ikut berperang" HR. Bukhari, Juz.VI/No. 37 dan
HR. Muslim, No. 1895.
50.     MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH
"Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh
pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka
baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: "Apakah dua qirat itu?", beliau
menjawab: ((Seperti dua gunung besar))" HR. Bukhari, Juz. III/No. 158. 
51.     MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN
"Siapa yang menjamin bagiku "sesuatu" antara dua dagunya dan dua
selangkangannya, maka aku jamin baginya surga" HR. Bukhari, Juz. II/No. 264
dan HR.  Muslim, No. 265.
52.     KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH &
SUBHANALLAH WA BI HAMDIH
"Barangsiapa mengucapkan:  sehari seratus kali, maka baginya seperti
memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya
100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada
hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu,
kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya". Dan beliau
bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: satu hari 100 kali, maka dihapuskan
dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan" HR. Bukhari, Juz. II/No. 168
dan HR. Muslim, No. 2691.
53.     MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN "Saya telah melihat seseorang
bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari
tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang" HR.  Muslim.
54.     MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN "Barangsiapa memiliki tiga
anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban
kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga" HR.  Ahmad dengan sanad
yang baik.
55.     BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN
"Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-jilat debu karena
kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air
kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih
kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga" HR. Bukhari.
57.     MENINGGALKAN PERDEBATAN
"Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan
perdebatan padahal ia dapat memenangkannya"HR. Abu Daud. 
58.     MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN (Maukah aku beritahukan kepada
kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: "Tentu wahai
Rasulullah", maka beliau bersabda: "Nabi itu di surga, orang yang jujur di
surga, dan orang yang mengunjungi
saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak
mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di
surga")) Hadits hasan, riwayat At-Thabrani. 
59.     KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA "Apabila seorang perempuan
menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga
kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu
mana saja yang ia kehendaki" HR.  Ibnu Hibban, hadits shahih.
60.     TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN "Barangsiapa yang menjamin
dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku
akan jamin ia masuk surga" Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan.