Posman Sibuea
JIKA ada satu
jenis minyak selain berfungsi menggoreng makanan juga berperan membantu
mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya,
memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi
virus (HIV) dan SARS, serta membantu menurunkan berat badan, apakah Anda
tertarik? Pertanyaan dan sekaligus tawaran menarik berbau promosi ini diajukan
Bruce Fife dalam bukunya bertajuk The Healing Miracles of Coconut Oil.
MULTIFUNGSI ini
tidak ditemukan pada minyak kedelai, minyak jagung, minyak sawit, minyak bunga
matahari, minyak canola, minyak olive, ataupun minyak hewan, melainkan dari
minyak kelapa yang kini lazim disebut virgin coconut oil (Vico) dan konon bahan
bakunya banyak ditemukan di Indonesia. Lantas, pertanyaannya, bukankah minyak
kelapa adalah sumber lemak jenuh (saturated fat) yang kerap diberi label jelek
oleh masyarakat Barat karena tidak baik untuk kesehatan?
Pertanyaan ini
telah dijawab oleh serangkaian riset belakangan ini bahwa minyak kelapa
memiliki peran yang amat berbeda terhadap kesehatan dibandingkan dengan lemak
jenuh asal hewan atau nabati lainnya.
Komponen minyak
kelapa adalah asam lemak jenuh sekitar 90 persen dan asam lemak tak jenuh
sekitar 10 persen. Tingginya kandungan asam lemak jenuh menjadikan minyak
kelapa sebagai sumber saturated fat. Asam lemak jenuh didominasi oleh asam
laurat-memiliki rantai karbon 12, termasuk asam lemak rantai menengah alias
medium-chain fatty acid (MCFA) dan jumlahnya sekitar 52 persen (hampir setara
dengan air susu ibu)-sehingga minyak kelapa kerap disebut minyak laurat.
Selama ini ada
anggapan dari sebagian masyarakat bahwa minyak kelapa sebagai pencetus penyakit
jantung koroner dan stroke sehingga secara sengaja menghindari minyak kelapa
dari diet hariannya baik langsung maupun tak langsung. Kurangnya informasi
ilmiah tentang manfaat minyak kelapa bagi kesehatan menjadikan minyak laurat
ini kalah pamor dengan minyak sawit (oleat), minyak kedelai dan jagung.
Bahkan, kini
minyak kelapa relatif sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional karena sudah
didominasi minyak goreng asal sawit dan kedelai. Padahal, Indonesia
adalah negara produsen kelapa utama di dunia.
Dari hasil
penelitian di Papua Niugini, konon tingkat konsumsi masyarakatnya terhadap
kelapa cukup tinggi, menunjukkan, masyarakat yang kerap mengonsumsi minyak
kelapa lebih kurus dan amat jarang terkena penyakit jantung koroner dan stroke.
Selain itu, konsentrasi serum total kolesterol, tekanan darah diastolik lebih
rendah dibandingkan dengan orang yang sama sekali tidak mengonsumsi kelapa.
Hal ini
disebabkan minyak kelapa merupakan sumber asam laurat yang tergolong berantai
medium (MCFA), yang memiliki sifat-sifat metabolisme yang amat berbeda dari
asam lemak berantai panjang. MCFA jauh lebih mudah dicerna, diserap, dan
diangkut sehingga kerap disebut sebagai sumber energi siap pakai bak bahan
bakar kendaraan bermotor beroktan tinggi. Ini suatu bukti bahwa mengonsumsi
minyak kelapa tidak memberi dampak buruk terhadap kesehatan jantung.
Berbagai
penelitian telah menunjukkan keunggulan asam laurat bagi kesehatan. Asam laurat
dan asam lemak jenuh berantai pendek dan sedang lainnya-asam kaprat, kaprilat,
dan miristat-yang terdapat pada minyak kelapa ternyata juga mampu mengatasi
kelebihan berat badan alias obesitas.
Studi
eksperimental menunjukkan bahwa pergantian minyak kedelai ke minyak kelapa
dapat menurunkan berat badan secara bermakna. Hal ini dapat dijelaskan bahwa
mengonsumsi minyak kelapa, asam lemak jenuhnya langsung dibakar oleh tubuh dan
menghasilkan energi.
Asam lemak jenuh
rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa begitu tiba dalam saluran
pencernaan segera dapat diserap oleh dinding usus tanpa harus mengalami proses
hidrolisis terlebih dahulu. Selanjutnya dapat masuk mengikuti aliran darah
untuk segera dibawa ke hati guna dimetabolisasi. Berbeda dengan minyak kedelai,
yang banyak mengandung asam lemak rantai panjang, dalam tubuh ditimbun dalam
bentuk lemak karena tidak bisa langsung dibakar dan diserap tubuh sehingga
menimbulkan kegemukan (obesitas).
Keunggulan lain
asam lemak jenuh minyak kelapa adalah kemampuannya sebagai antimikrobia.
Monogliserida dari asam kaproat, kaprilat, kaprat, laurat, dan miristat telah
terbukti bisa menginaktivasi virus penyebab hepatitis C, herpes, SARS, dan HIV.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian Vico secara teratur dapat menurunkan risiko
terinfeksi HIV dan SARS (Bruce Fife, 2004 dalam situs
www.NaturalHealthWeb.com). Sementara itu, bakteri patogen yang bisa didepak
oleh monolaurin dan kawan-kawannya adalah Listeria monocytogenes,
Staphylococcus aureus, Staphylococcus agalactiae, dan Helicobacter pylori.
Mudah membuatnya
Melihat berbagai
keunggulan Vico (minyak kelapa murni) dibandingkan dengan minyak sayur seperti
kedelai dan jagung, masyarakat patut kembali mempertimbangkan penggunaan minyak
kelapa dalam menu hariannya.
Minyak kelapa
yang memiliki asam lemak jenuh amat bandel menahan serangan oksidasi saat
penggorengan sehingga tidak menjadi penyumbang radikal bebas, suatu senyawa
amat berbahaya bagi kesehatan. Minyak kelapa juga tidak berperan sebagai sumber
lemak trans (trans fatty acids/TFA) sehingga aman dikonsumsi karena tidak mengatrol
kadar LDL dalam darah.
Yang menjadi
masalah, bagaimana menghadirkan minyak kelapa murni di tengah makin maraknya
berbagai jenis minyak goreng yang berasal dari kelapa sawit, kedelai, jagung,
dan lain-lain. Meski di pasaran sudah dijual Vico yang dikemas amat menarik dan
higienis, tetapi harganya relatif mahal sehingga hanya masyarakat tertentu yang
dapat membeli. Ada
baiknya jika masyarakat luas bisa membuat sendiri Vico karena cara pembuatannya
amat sederhana dan mudah.
Umumnya,
masyarakat mengenal pengolahan daging buah kelapa menjadi minyak melalui cara
kering dan basah. Pengolahan cara kering, daging buah yang sudah
dipotong-potong dikeringkan sehingga diperoleh kopra, lalu dilakukan
pengepresan guna mendapatkan minyak.
Teknik
pengolahan ini biasanya dilakukan dalam skala besar (pabrik). Pengolahan cara
basah, daging buah kelapa diparut, kemudian dicampur dan diekstrak dengan air
panas (hangat) pada perbandingan tertentu.
Hasil ekstraksi
berupa emulsi minyak dalam air yang disebut santan. Pemanasan dilakukan untuk
memecah emulsi guna mendapatkan minyak, yang kerap disebut minyak kelentik.
Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya
kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya.
Nah, untuk
memperoleh Vico, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan.
Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil
enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan
karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik.
Pengolahan
minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi.
Pembuatan Vico dengan teknik fermentasi diawali dengan proses pembuatan santan,
caranya sama dengan metode basah. Santan ditempatkan pada wadah yang bersih dan
selanjutnya dibiarkan beberapa saat hingga terbentuk gumpalan krim atau
"biang santan".
Krim dipisahkan
ke dalam wadah yang tembus pandang, seperti stoples yang relatif besar, lalu
tambahkan ragi atau larutan cuka nira secukupnya. Campuran diaduk secara merata
dan difermentasi selama 10-14 jam atau semalam.
Proses
fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga
lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (Vico), lapisan tengah berupa
blondo (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan
secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih.
Guna mendapatkan
manfaatnya bagi kesehatan, Vico yang diperoleh bisa dikonsumsi secara langsung
ataupun digunakan untuk menggoreng atau menumis makanan. Dengan struktur kimia
asam lemak jenuh yang tak memiliki double bond, Vico relatif tahan terhadap
serangan panas, cahaya, dan oksigen singlet sehingga memiliki daya simpan lama.
Namun, sebaiknya dikemas dalam botol yang tak tembus cahaya guna memperpanjang
masa simpannya. Selamat mencoba!
itu la ulasa sekilas mengenai kehebatan oil minyak kelapa,,,berbagai banyak mamfaat dan kegunaaanya ,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar